Seberapa Penting Fitur Defogger Pada Mobil?

Kelengkapan fitur kerap menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih mobil. Tapi… ternyata ada lho, beberapa fitur yang kurang bermanfaat saat diadopsi di Indonesia yang beriklim tropis dan padat kendaraan. Salah satunya defogger. Peran utama fitur ini adalah untuk menghilangkan embun di kaca. Dahulu, fitur ini sangat bermanfaat dikala AC belum menjadi kelengkapan standar mobil.

Nah… kebayangkan? Adakah pemilik mobil yang kini enggan menggunakan AC? Artinya defogger di kaca belakang kini kurang berguna, karena embun tidak mungkin hadir saat AC di kabin bekerja. Mungkin jika tinggal di pegunungan yang beriklim sejuk dan sering turun kabut, fitur ini akan lebih sering digunakan.

Defogger merupakan kawat tipis yang berfungsi sebagai kondensator panas sehingga suhu kaca terjaga dan embun tidak terbentuk akibat perbedaan suhu antara dalam kabin dan di luar. Fungsi utama adanya defogger adalah untuk menghilangkan embun. Tetapi, setelah embun sudah bersih dan visibilitas pengemudi tidak terganggu sebaiknya defogger langsung dimatikan.

Untuk mematikan defogger pengemudi bisa menekan tombol yang bergambar garis tiga bergelombang. Untuk mengantisipasi munculnya embun karena perbedaan suhu sebaiknya AC terus dinyalakan. Selain di kaca bagian belakang, mobil-mobil premium terbaru juga telah memasang pada kaca spion.

Meski memiliki fungsi yang baik saat hujan, namun defogger tidak disarankan digunakan secara terus menerus saat cuaca panas. Untuk mobil yang belum dilengkapi arus pemutus otomatis, maka Anda harus menekan lagi tombol untuk mematikan fungsi defogger.

Penggunaan defogger secara terus menerus dapat membuat kaca mobil justru menjadi retak, hal itu dipicu karena kaca memuai akibat panas yang ditimbulkan garis-garis kawat tersebut.

Komponen defogger juga menjadi pengguna arus listrik yang cukup besar di mobil. Karena itu, akan membuat aki harus menyuplai tenaga ekstra. Pemakaian yang tidak terkontrol bisa menyebabkan aki mobil cepat lemah.