Perubahan Iklim

Perubahan lingkungan yang drastis pada beberapa dekade yang lalu telah menjadikan dunia ini bagai sebuah tempat yang asing. Seiring dengan terasanya efek dari perubahan iklim (pemanasan global) melalui kondisi cuaca yang ekstrim, telah menjadikan manusia sadar bahwa stabilitas lingkungan merupakan sebuah hal yang sangat penting.

Efek dari Perubahan Iklim

Pada skala regional, perubahan iklim telah berlangsung secara drastis:

  • Menurut NASA, pencitraan satelit menunjukan bahwa lapisan es di laut Arktik berkurang sebesar 8,7% per dekade.
  • Meningkatnya curah hujan di daerah Utara dan Selatan Amerika.
  • Berkurangnya curah hujan di daerah Mediterania, Afrika bagian Selatan dan Asia bagian Selatan.
  • Meningkatnya aktifitas topan di bagian Atlantik Utara sejak 1970an.

 

Pada skala lokal, perubahan iklim telah mencatat banyak rekor baru

  • Beberapa bagian negara di Eropa(Perancis, Itali, Portugal, Inggris) mengalami serangan gelombang panas pada tahun 2003, dimana telah menewaskan lebih dari 35.000 orang.
  • Di Amerika Serikat, jumlah topan tornado dalam sebulan berhasil menembus rekor sebanyak 562 pada bulan Mei 2005, dimana rekor ini lebih besar 163 dari rekor sebelumnya.
  • Di Australia, pada tahun 2006 merupakan tahun terkering dimana beberapa bagian mengalami bencana kekeringan.
  • Di Singapura, bulan Desember 2006 merupakan bulan terbasah dalam jangka waktu 100 tahun.
  • Di Moskow, gelombang panas berhasil mencatat rekor 17oC di bulan Maret 2007, tepat di tengah musim dingin.

 

Akibat dari Perubahan Iklim

  • Sebagian besar energi yang kita pergunakan untuk pemanas di rumah, listrik dan transportasi, semuanya berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak, gas dan batubara.
  • Ketika bahan bakar fosil digunakan maka CO2 akan terproduksi, dimana gas ini merupakan gas yang menyebabkan efek rumah kaca.
  • Gas inilah yang menyebabkan bumi menjadi panas dimana panas dari sinar matahari terperangkap di atmosfer bumi - kejadian ini merupakan efek rumah kaca.
  • Pohon dan tanaman menggunakan CO2 untuk fotosintesis dan bertindak sebagai paru-paru dunia.
  • Ketika kita menebang pepohonan untuk kayu dan sebagainya, maka penyerapan CO2 menjadi berkurang sehingga semakin banyak gas CO2 yang terperangkap di atmosfer bumi.
Close

Lorem Ipsum